YOGYAKARTA — Tren minuman manis beraneka rasa seperti kopi susu kekinian, teh tarik boba, dan minuman kemasan berasa kini sangat digandrungi oleh berbagai kalangan usia. Di balik kenikmatan rasa manisnya, tersimpan bahaya akumulasi gula tersembunyi (hidden sugar) yang memicu ancaman kesehatan serius.
Sebagian besar minuman kekinian menggunakan pemanis buatan atau sirup fruktosa tinggi dalam jumlah besar demi menciptakan rasa lezat yang memanjakan lidah. Konsumsi gula tambahan secara berlebihan dan terus-menerus dapat membebani kinerja organ hati serta memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis.
Lonjakan gula darah yang terjadi secara berulang dalam jangka panjang dapat menurunkan sensitivitas sel terhadap insulin, yang menjadi pintu masuk utama penyakit diabetes melitus tipe 2. Selain itu, penumpukan kalori cair dari minuman manis merupakan faktor utama pemicu obesitas sentral atau perut buncit.
Banyak orang terkecoh mengira minuman manis berbasis susu atau buah kaya akan nutrisi sehat, padahal kandungan kalorinya setara dengan sepiring nasi penuh. Kesadaran untuk membaca label informasi nilai gizi pada kemasan produk makanan dan minuman masih tergolong rendah di masyarakat.
Para ahli gizi mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi konsumsi gula harian dengan cara memesan tingkat kemanisan rendah atau memilih air putih sebagai pilihan utama. Membatasi asupan gula harian adalah investasi kesehatan paling berharga untuk mencegah risiko penyakit metabolik di masa depan.
Penulis Artikel: Lindah Oktarina