YOGYAKARTA — Mengandalkan secangkir kopi hitam manis di pagi atau siang hari demi mengusir rasa mengantuk dan mendongkrak produktivitas kerja telah menjadi rutinitas harian banyak orang. Namun, sering kali setelah beberapa jam, tubuh justru mendadak merasa sangat lemas, mengantuk berat, dan kehilangan energi.
Kondisi penurunan energi secara drastis setelah efek kafein mereda ini dikenal dalam dunia medis sebagai coffee crash. Kafein bekerja dengan cara memblokir sementara reseptor adenosin di dalam otak, yaitu senyawa kimia alami yang memicu sinyal rasa lelah dan kantuk.
Ketika molekul kafein dalam aliran darah mulai habis terurai oleh hati, seluruh tumpukan adenosin yang sebelumnya tertahan akan membanjiri reseptor otak secara bersamaan. Akibatnya, tubuh langsung merasakan terjangan rasa ngantuk dan kelelahan yang jauh lebih berat dibandingkan sebelum minum kopi.
Banyak orang menyikapi fenomena coffee crash ini dengan kembali meminum secangkir kopi berikutnya, sehingga membentuk lingkaran setan ketergantungan kafein. Kebiasaan ini lambat laun dapat memicu gangguan kecemasan, detak jantung berdebar, serta merusak kualitas tidur malam.
Para ahli gizi menyarankan agar konsumsi kopi dibatasi dalam takaran wajar dan diimbangi dengan minum air putih yang cukup. Mengonsumsi camilan sehat kaya protein di sela jam kerja terbukti lebih efektif mempertahankan stamina tubuh secara stabil tanpa efek samping lemas mendadak.
Penulis Artikel: Lindah Oktarina
FENOMENA COFFEE CRASH: ALASAN MINUM KOPI BIKIN BADAN LEMAS SETELAH EFEKNYA HABIS

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.