RBTV JOGJA - Tren berpakaian kini tidak selalu tentang memiliki banyak pakaian atau mengikuti model terbaru. Konsep capsule wardrobe mulai menarik perhatian karena mengajak masyarakat memiliki koleksi pakaian yang lebih sedikit, tetapi tetap bisa digunakan untuk berbagai kesempatan.
Capsule wardrobe merupakan konsep menyusun lemari pakaian dengan sejumlah busana pilihan yang mudah dipadukan satu sama lain. Cara ini mendorong seseorang untuk lebih bijak dalam membeli pakaian dan memaksimalkan penggunaan koleksi yang sudah dimiliki.
Konsep tersebut juga berkaitan dengan gerakan sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan. Tujuannya untuk mengurangi kebiasaan membeli pakaian secara berlebihan sekaligus memperpanjang masa penggunaan busana.
Namun, penerapan konsep ini tidak selalu berjalan mudah. Kebiasaan mengikuti tren dan membeli pakaian baru masih menjadi tantangan, terutama di tengah perkembangan industri fast fashion yang menawarkan model pakaian dengan cepat dan harga yang beragam.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sustainability Research pada 2025 melibatkan 776 konsumen di Portugal. Penelitian José Magano tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara keinginan konsumen untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan dan perilaku belanja sehari-hari.
Generasi Z menjadi salah satu kelompok yang menghadapi tantangan tersebut. Meskipun memiliki ketertarikan terhadap isu keberlanjutan, keinginan tersebut belum tentu diikuti dengan perubahan kebiasaan belanja. Kebiasaan membeli pakaian murah dan mengikuti tren masih dapat memengaruhi keputusan mereka.
Selain kebiasaan konsumtif, biaya juga menjadi salah satu hambatan. Pakaian yang diproduksi dengan bahan ramah lingkungan dan proses yang lebih etis terkadang memiliki harga lebih tinggi. Kondisi ini membuat penerapan gaya hidup berkelanjutan terasa lebih sulit bagi sebagian masyarakat.
Meski begitu, menerapkan capsule wardrobe sebenarnya tidak harus dimulai dengan membeli pakaian baru yang mahal. Masyarakat dapat memanfaatkan koleksi pakaian yang sudah ada, kemudian mengombinasikannya dengan berbagai gaya berbeda.
Memperbaiki pakaian yang rusak, menggunakan kembali busana lama, serta bertukar pakaian juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi kebiasaan konsumsi berlebihan.
Di sisi lain, tanggung jawab terhadap keberlanjutan tidak hanya berada pada konsumen. Industri fesyen juga perlu menghadirkan produk yang lebih tahan lama dan memperhatikan dampak lingkungan selama proses produksi.
Dengan demikian, capsule wardrobe dan keberlanjutan sebenarnya dapat berjalan beriringan. Namun, keberhasilannya tidak cukup hanya dengan mengikuti tren berpakaian minimalis. Diperlukan perubahan kebiasaan, mulai dari lebih selektif saat membeli pakaian hingga menggunakan busana yang dimiliki dalam jangka waktu lebih panjang.
PENULIS ARTIKEL: DYNA MULIA SAFITRI

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.