KULON PROGO - Cegah munculnya perokok pemula, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Bimakarta mengajak generasi muda untuk menjauhi produk tembakau. Upaya ini dilakukan melalui program Satriya Muda, yang berisi kegiatan promotif dan preventif tentang bahaya merokok.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengajak generasi muda, khususnya pelajar pendidikan menengah, untuk menjauhi produk tembakau. Upaya ini dilakukan untuk menekan jumlah anak di bawah umur yang telah mengonsumsi produk tembakau.
Fenomena anak di bawah umur yang mulai mengonsumsi produk tembakau menjadi perhatian pemerintah daerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Aspiyah, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan upaya pengendalian perokok. Di antaranya melalui pengurangan jumlah perokok serta penguatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah diatur dalam peraturan daerah.
“Pengurangan ini, salah satu output bagi kita adalah pengurangan anak-anak untuk yang sudah merokok. Harus dikurangi. Itu nanti kita bakalan ada edutainment-nya. Edutainment-nya itu kita bikin game, game-nya sebenarnya game tradisional gitu, tapi kita modifikasi pakai rules-nya itu ada terkait bahaya merokok, terus juga pemahaman terkait KTR,” ujar Aspiyah selaku Asda I Kulon Progo.
Sementara itu, dalam upaya pencegahan perokok pemula, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan Bimakarta melalui program Satriya Muda. Program ini menyasar pelajar SMP dan SMA dengan menghadirkan mini games yang dikemas secara edukatif untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya merokok.
“Kegiatan tersebut nantinya dikemas dengan konsep edutainment yang menghadirkan permainan tradisional. Permainan tradisional ini dimodifikasi dengan memasukkan aturan (rules) terkait bahaya merokok serta pemahaman mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” ujar Kahfi Adiyansyah selaku Project Officer Bimakarta
Reporter: Bagas RBTV
Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.