KULON PROGO - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo menggelar ajang Gladhen Ageng Jemparingan Nasional yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Berbeda dari tahun sebelumnya, sistem penilaian pada pelaksanaan tahun ini telah menggunakan sistem digital yang lebih modern dan presisi.
Menjadi agenda tahunan yang dinantikan, Gladhen Ageng Jemparingan Nasional 2026 diselenggarakan di Alun-Alun Wates, Kulon Progo. Sebanyak 786 peserta dari 29 kabupaten dan kota di 6 provinsi turut memeriahkan kegiatan berjenjang tingkat nasional tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman mengungkapkan bahwa selain peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), peserta juga datang dari Bali, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Dibandingkan tahun lalu, perbedaan mendasar terletak pada metode penilaian, di mana tahun lalu masih menggunakan penilaian manual oleh tim penilai, sedangkan tahun ini mengandalkan sistem digital. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
"Pada kesempatan hari ini diikuti 786 peserta yang berasal dari 29 kabupaten di 6 provinsi, yaitu Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, bahkan sampai Banten dan DKI. Kemarin kita memetakan dari sisi jumlah, tapi tahun ini lebih ke quality, lebih ke kualitas. Jadi memang yang hadir paling profesional. Kalau kemarin memang ditambah dengan pengerahan siswa-siswa di sekitar Kabupaten Kulon Progo, tapi kali ini benar-benar nasional," ujar Sutarman selaku Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo.
Adapun terdapat 3 kategori perlombaan yang disiapkan dalam ajang nasional ini, di antaranya Jemparingan Dewasa, Jemparingan Anak, dan Gagrag Mataram atau Jegulan. Para pemenang di setiap kategori berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai, piagam penghargaan, serta trofi.
Ajang Jemparingan Nasional ini menjadi wadah krusial untuk melestarikan tradisi dan olahraga tradisional, sekaligus mempertemukan komunitas jemparingan dari seluruh penjuru Nusantara. Selain itu, kegiatan budaya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata di Kabupaten Kulon Progo.
Reporter: Bagas RBTV
Penyunting Artikel: Lindah Oktarina

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.