KULON PROGO - Sistem tabulampot pada tanaman anggur menjadi salah satu alternatif usaha yang bisa dipilih petani untuk menambah penghasilan. Bagaimana tidak, harga jual tabulampot anggur juga tergolong menggiurkan karena bisa mencapai harga 1 juta rupiah per tanaman. 

Sistem tanam tabulampot, atau sistem tanam pada media planter bag, kini tengah digemari oleh masyarakat, baik untuk konsumsi maupun memperindah halaman rumah. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pengusaha tabulampot di Kretek, Glagah, Temon, Kulon Progo, yang membudidayakan tanaman anggur menggunakan sistem tanam ini, namun dapat berbuah lebat dan sehat. 

Pengusaha Tabulampot Glagah Grape, Nur Ari Wibowo mengatakan, potensi tersebut ia manfaatkan untuk bisa menambah penghasilan dengan membudidayakan anggur menggunakan sistem tersebut.

 "Perawatannya itu ada pupuk siram, pupuk siram, itu aja. Pupuknya MKP, KNO, Kaliboron itu satu sendok seember 10 liter itu selama 3 bulan seminggu 3 kali. Setelah itu dipangkas, sebelum dipangkas itu disiram jenuh," ujar Nur Ari Wibowo selaku Pengusaha Tabulampot Glagah Grape.

 

Ari rutin membuat tabulampot anggur dengan memperlakukan tanaman secara khusus agar cepat berbuah, dengan memanfaatkan media tanam berupa tanah, sekam mentah, serta kohe kambing dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

 

Secara nilai ekonomis, 1 tabulampot mampu ia jual dengan kisaran harga 500 ribu hingga 1 juta rupiah per tanaman. Hanya dibuat dalam waktu sekitar 3 bulan dari usaha pembuatan tabulampot anggur ini, ia pun mengaku mampu meraup penghasilan tambahan hingga jutaan rupiah per bulannya.

 

Reporter: Bagas RBTV

Penyunting Artikel: Lindah Oktarina