KULON PROGO - Sekitar seribu warga di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang tahun ini. Sejak pertengahan September 2026, warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih dan membutuhkan bantuan distribusi air.
Kekeringan melanda sejumlah Kalurahan, di antaranya Giripurwo, Pendoworejo, Purwosari, dan Jatimulyo. Kondisi tahun ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya, yang masih tergolong kemarau basah.
Koordinator Tagana Kapanewon Girimulyo, Sutikno mengungkapkan, dampak kemarau tahun ini dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Sekitar seribu warga di wilayah Girimulyo terdampak dan memerlukan dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih.
"Pada tahun 2026 ini kemarau yang melanda wilayah Girimulyo khususnya area Purwosari sejak pertengahan September, masyarakat sudah merasakan kekurangan air bersih di sebagian wilayah. Untuk dampak kemarau yang sekarang, karena 2 tahun yang kemarin itu termasuk kemarau basah, lebih terasa untuk tahun ini," ujar Sutikno selaku Koordinator Tagana Kapanewon Girimulyo.
Untuk memenuhi kebutuhan air, warga mengandalkan bantuan distribusi air dari pemerintah dan organisasi masyarakat, serta memanfaatkan sumber mata air dan jaringan PAM padukuhan. Namun, debit air pada jaringan PAM padukuhan ikut menurun saat musim kemarau.
Distribusi air bersih menggunakan truk tangki juga menghadapi kendala, karena kondisi perbukitan dan akses jalan yang sulit dilalui kendaraan besar. Akibatnya, warga di wilayah terpencil harus berkumpul di titik-titik tertentu, yang dapat dijangkau truk tangki untuk mendapatkan bantuan air bersih.
Reporter: Bagas RBTV
Penyunting Artikel: Lindah Oktarina

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.