YOGYAKARTA — Setelah berbulan-bulan didominasi cuaca terik dan udara panas, warga Yogyakarta akhirnya menyambut guyuran hujan pertama yang turun pada Sabtu (24/10/2026). Turunnya hujan ringan hingga sedang di sejumlah titik kawasan Kota Yogyakarta, Sleman, hingga Bantul sontak membawa suasana sejuk sekaligus rasa lega bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guyuran hujan pada Sabtu ini menjadi penanda awal datangnya masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau menuju musim hujan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Fenomena hujan lokal yang terjadi di beberapa titik dipicu oleh faktor kelembapan udara lokal serta dinamika orografi kawasan perbukitan.
Suasana hangat khas Kota Pelajar terasa berbeda saat aroma tanah basah (petrichor) mulai menyengat di sepanjang jalanan. Para pengendara sepeda motor tampak menepi sejenak untuk mengenakan jas hujan, sementara aktivitas warga di pasar tradisional dan pusat pertokoan diwarnai rasa syukur atas hadirnya tetesan air penyejuk setelah periode kemarau panjang.
Pihak BMKG imbau masyarakat untuk tetap waspada selama masa peralihan cuaca ini. Perubahan suhu udara yang fluktuatif serta potensi hujan lokal berdurasi singkat yang disertai angin kencang perlu diantisipasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan mau pun berkendara di jalan raya.
Penulis Artikel: Lindah Oktarina

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.