YOGYAKARTA - Potensi ekonomi haji dan umrah yang diperkirakan mencapai 80 triliun rupiah didorong agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Melalui Jogja Expo 2026, pelaku UMKM lokal diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, hingga menembus pasar internasional.

Kementerian Haji dan Umrah menggelar Jogja Expo 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, pada 23 hingga 25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah.

Jogja Expo 2026 ditargetkan menarik sekitar 15 ribu pengunjung dengan melibatkan 130 UMKM terkurasi dalam agenda temu bisnis. Bahkan, sebelum pameran resmi dibuka, telah terbentuk kesepakatan awal kerja sama dengan nilai sekitar satu miliar rupiah.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut potensi perputaran uang dari penyelenggaraan haji dan umrah diperkirakan mencapai 80 triliun rupiah. Melalui pameran ini, pemerintah berupaya membuka peluang kemitraan serta memperluas keterlibatan UMKM dalam memenuhi kebutuhan jemaah.

“Potensi perputaran uang dari penyelenggaraan haji dan umrah kita perkirakan mencapai sekitar 80 triliun rupiah. Melalui Jogja Expo ini, kita berupaya membuka ruang seluas-luasnya bagi UMKM agar bisa masuk ke dalam rantai pasok kebutuhan jemaah, sehingga nilai ekonomi tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tanah air,” ujar Mochamad Irfan Yusuf selaku Menteri Haji dan Umrah.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah harus didukung kreativitas, inovasi, dan integritas. Produk UMKM juga perlu memenuhi standar mutu disertai tata kelola yang baik agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Pertumbuhan ekonomi tentu akan memperoleh makna yang hakiki ketika mampu menghadirkan kemaslahatan dan menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Oleh karena itu, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah ini harus ditopang dengan kreativitas, inovasi, integritas, serta standar mutu produk yang baik, agar UMKM kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing dan menembus pasar global,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY.

Melalui Jogja Expo 2026, pemerintah berharap terbangun kemitraan yang berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM di DIY tidak hanya mendapatkan peluang pasar baru, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berdaya saing global.

Reporter: Agung RBTV

Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani