YOGYAKARTA — Terbangun dari tidur dalam kondisi tubuh tetap terasa lelah dan berat sering kali dialami oleh sebagian orang. Padahal, secara durasi waktu, mereka sudah memenuhi standar kecukupan tidur malam selama delapan jam.
Rasa lelah yang menetap seusai bangun tidur biasanya dipengaruhi oleh kualitas atau kedalaman tahapan tidur yang didapatkan. Tidur yang sering terinterupsi oleh gerakan tubuh, suara bising, atau cahaya lampu membuat otak gagal masuk ke fase tidur lelap (deep sleep).
Fase tidur lelap merupakan momen krusial bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel jaringan yang rusak dan memulihkan stamina fisik. Tanpa fase tidur lelap yang cukup, tubuh tidak mendapatkan proses pemulihan energi secara optimal.
Faktor kebiasaan sebelum tidur seperti bermain ponsel atau mengonsumsi makanan berat menjelang berbaring turut memengaruhi stabilitas siklus tidur. Penggunaan pendingin udara yang terlalu dingin juga membuat otot tubuh tegang sepanjang malam.
Menciptakan suasana kamar tidur yang gelap, tenang, dan sejuk menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas istirahat harian. Menjaga konsistensi jam tidur dan jam bangun setiap hari juga membantu menstabilkan ritme biologis tubuh.
Penulis: Lindah Oktarina