SOLO — Kota Solo menjadi pionir peluncuran program Santri Melek Teknologi atau Santri Matic yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif. Para santri akan didampingi untuk membuat produk-produk kreatif.
Bekerja sama dengan salah satu platform marketplace, Kemenekraf merilis program Santri Matic pertama kali di Kota Solo, Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk mewadahi potensi para santri dan pesantren.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky, menyebut di Indonesia terdapat 42 ribu lebih pesantren dengan enam koma dua juta orang santri. Program Santri Matic ini hadir untuk mewadahi potensi tersebut.
Nantinya para santri akan mendapat pendampingan dalam membuat produk-produk kreatif seperti fesyen, kuliner, dan kriya. Lebih dari itu, para santri juga akan mendapat ilmu tentang cara memasarkan karya mereka.
"Kita melihat ini juga bisa menjadi jalur distribusi akses pasar dari produk-produk yang dihasilkan oleh pesantren yang ada di Indonesia. Dengan semangat itu meningkatkan potensi melihat kreativitas yang luar biasa dari pesantren, program ini semoga bermanfaat untuk pesantren unit industri kreatif," ujar Teuku Riefky selaku Menteri Ekraf.
Sementara itu, program Santri Matic juga akan dikawal oleh pihak Pemkot Surakarta agar tepat sasaran. Ini sekaligus menjadi komitmen Pemkot Surakarta, khususnya dalam rangkaian peringatan Hari Santri.
Reporter: Rizki Budi Pratama RBTV
Penyunting Artikel: Lindah Oktarina

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.