YOGYAKARTA - Kabar duka datang dari dunia kuliner Yogyakarta. Pendiri rumah makan Ayam Goreng Suharti, Hajah Suharti, meninggal dunia pada Jumat, 30 Oktober 2026, dalam usia 86 tahun. Kepergian sosok pengusaha kuliner legendaris ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. 

Pendiri rumah makan Ayam Goreng Suharti, Hajah Suharti, meninggal dunia pada Jumat, 30 Oktober 2026, dalam usia 86 tahun. Kerabat, sahabat, hingga tetangga ramai berdatangan ke rumah duka di Jalan Laksda Adisucipto Nomor 208, Yogyakarta, untuk memberikan doa terakhir sebelum almarhumah dimakamkan.

 

Anak keempat almarhumah, Titik Nurhayati, mengenang ibunya sebagai pribadi yang pekerja keras, disiplin, dan pantang menyerah. Semangat tersebut menjadi inspirasi bagi anak-anaknya dalam menjalankan usaha.

 

“Ibu saya benar-benar menginspirasi saya untuk lebih maju dan berusaha. Ibu mengajari saya bahwa kalau jatuh tidak boleh lemah, harus tetap berdiri. Semangat ibu saya luar biasa. Bahkan, saya dan anak-anak semuanya kalah dalam hal semangat. Ibu juga bisa mengambil keputusan dalam hitungan detik. Kalau ingin membuka usaha di suatu tempat, pasti akan terlaksana,” ucap Titik Nurhayati selaku anak keempat almarhumah Hj. Suharti.
 

Titik menambahkan, salah satu pesan terakhir yang ingin diwujudkan keluarga adalah menjaga kerukunan seluruh anak serta bersama-sama melanjutkan usaha restoran yang telah dirintis almarhumah. 

Sementara itu, sahabat almarhumah, Iriani Pramastuti, mengenang Hj. Suharti sebagai sosok dermawan, ramah, dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

 

“Sebagai teman yang sudah lebih dari 30 tahun, kami juga mengabdi di Lion Club serta organisasi-organisasi sosial lainnya. Tentu saja, kami merasa sangat kehilangan sosok beliau. Saya bersaksi bahwa beliau orang baik dan dermawan. Insyaallah, kami mendoakan Hj. Suharti mendapatkan husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya, serta ditempatkan di surga Jannah. Amin,” ucap Iriani Pramastuti selaku sahabat almarhumah.
 

Almarhumah dimakamkan di Makam Keluarga Candisari, Bendan, Tirtomartani, Kalasan. Kepergian Hj. Suharti meninggalkan warisan usaha kuliner sekaligus nilai kerja keras, kedisiplinan, dan kepedulian sosial yang diharapkan terus dilanjutkan oleh keluarga serta generasi penerus.

 

Reporter: Widi, RBTV.

Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.