KOTA YOGYAKARTA - Puluhan perempuan yang tergabung dalam kelompok Ibu-Ibu Berisik menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Melalui aksi memukul panci dan peralatan dapur, mereka menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.
Suasana Simpang Empat Titik Nol Kilometer Yogyakarta tampak berbeda. Puluhan perempuan yang tergabung dalam kelompok Ibu-Ibu Berisik turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi melalui aksi memukul panci dan berbagai peralatan dapur.
Bermodalkan panci, wajan, hingga peralatan rumah tangga lainnya, massa menggelar aksi sebagai simbol protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang mereka nilai tidak tepat sasaran.
Tak hanya memukul peralatan dapur, peserta aksi juga membentangkan poster berisi kritik dan sindiran kepada pemerintah. Mereka turut mengajak pengendara yang melintas untuk membunyikan klakson sebagai bentuk solidaritas terhadap aspirasi yang disampaikan.
Aksi juga diisi dengan orasi, nyanyian, hingga pembuatan lukisan. Melalui berbagai ekspresi tersebut, mereka menyampaikan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah, termasuk dalam penanganan bencana dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi peserta aksi, pukulan panci dan peralatan dapur menjadi simbol suara kritik dari rumah tangga yang merasakan dampak berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
“Kelompok Ibu-Ibu Berisik ini merupakan wadah bagi para ibu yang merasa resah dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sungguh-sungguh untuk rakyat. Kemudian, mereka melakukan aksi turun ke jalan dan berdialog dengan sesama ibu agar terjadi perubahan,” ucap Siti Fauziah selaku Koordinator Aksi.
Melalui aksi ini, Ibu-Ibu Berisik berharap aspirasi masyarakat dapat didengar dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Mereka menegaskan bahwa kepentingan rakyat harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan.
Reporter: Agung, RBTV.
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.