SOLO — Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengklaim sampah di Kota Solo, Jawa Tengah, tujuh puluh persen adalah organik. Respati melakukan uji coba mesin pengolah sampah yang sudah berjalan di Pasar Jongke.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengetes efektivitas mesin pengolah sampah di Pasar Jongke, Solo. Para pedagang menggunakan teknologi tersebut untuk mengelola sampah pasar yang mayoritas organik. Menurut Respati, alat tersebut dapat menekan volume timbunan sampah langsung dari sumbernya atau sektor hulu. Dirinya menyebut penanganan sampah organik menjadi fokus Pemkot Surakarta saat ini.
Respati mengaku sekitar tujuh puluh persen sampah di Kota Solo saat ini didominasi sampah organik. Pihaknya kini masih menunggu hasil evaluasi dari uji coba tersebut sebelum menjalin kerja sama lebih lanjut.
"Menurut data, mayoritas sampah di Kota Solo itu organik seperti sisa-sisa tulang ayam, sayuran, dan lain-lain. Ini kita sedang pelajari. Tadi disampaikan para teknisi, kita beli layanan, jadi ada pelayanan penguraian untuk sampah. Kita juga sudah riset dan pelajari, baru kita publikasi," ujar Respati Ardi selaku Wali Kota Surakarta.
Mesin ini diklaim ramah lingkungan lantaran prosesnya tidak menghasilkan air limbah berbau dan tanpa tambahan mikroba. Selain itu, alat ini dinilai mampu mengolah hingga dua ratus ton sampah organik per hari.
Reporter: Rizki Budi Pratama RBTV
Penyunting Artikel: Lindah Oktarina

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.