KOTA YOGYAKARTA — Kemunduran demokrasi menjadi tantangan sejumlah negara, termasuk di Asia Tenggara, sehingga generasi muda dan mahasiswa dinilai memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi pemuda dan kebangsaan yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda belum lama ini.


Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis sebagai pengawas jalannya pemerintahan melalui diskusi publik, kajian kritis, serta penyampaian aspirasi dan aksi unjuk rasa secara damai.

 

Demokrasi tidak hanya diwujudkan melalui pemilihan umum, tetapi juga melalui kebebasan berpendapat, pengawasan publik, dan kontrol terhadap kekuasaan.

 

"Jadi di sini kita membuka diskusi untuk seluruh masyarakat, para pemuda, untuk diskusi ke depan tentang kebangsaan. Banyak tantangan yang kita hadapi dan harapan kami dari acara ini membuat wadah-wadah bagi pemuda DIY," ujar Fadul Muhammad Firdaus selaku Ketua Matahari Pagi Indonesia DIY.
 

Usai diskusi, mahasiswa mendeklarasikan lima komitmen semangat Sumpah Pemuda, di antaranya menjaga persatuan dan kerukunan, menolak segala bentuk kekerasan, serta menjaga keamanan dan kondusivitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Reporter: Agung RBTV

Penyunting Artikel: Lindah Oktarina