KOTA YOGYAKARTA – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar Gelar Budaya #2 bertajuk “Dwijakarya untuk Satu Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung pada 24 hingga 26 Oktober 2026 di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.
Gelar Budaya ke-2 yang diselenggarakan oleh MGMP Seni Budaya SMA Daerah Istimewa Yogyakarta ini berlangsung di ruang pameran Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.
Kolaborasi antara kreativitas siswa dan guru terlihat dalam pembukaan kegiatan bertajuk “Dwijakarya untuk Satu Indonesia”. Sejumlah penampilan siswa, mulai dari paduan suara, menyanyi solo dengan iringan gitar, tari kontemporer, hingga kesenian angguk, turut memeriahkan suasana.
Selain itu, beragam karya seni rupa juga dipamerkan, mulai dari lukisan hingga seni instalasi. Ketua Umum MGMP Seni Budaya SMA DIY, Dwi Mas Agung Basuki, menjelaskan bahwa berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya pada 2024, Gelar Budaya tahun ini juga menghadirkan berbagai kompetisi seni antarsiswa SMA se-DIY serta melibatkan seniman dari sejumlah daerah untuk turut memamerkan karya mereka.
“Gelar Budaya merupakan kegiatan kolaborasi antara para murid SMA se-DIY dan para guru. Khusus tahun ini, kami mengundang beberapa seniman lukis untuk turut bergabung dan memamerkan karya di Museum Sonobudoyo ini,” ucap Dwi Mas Agung Basuki selaku Ketua Umum MGMP Seni Budaya SMA DIY.
Pada kesempatan yang sama, kurator pameran, Ki Hadjar Pamadi, menilai kolaborasi antara guru dan siswa tersebut sebagai hal yang luar biasa. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembelajaran komunikasi sosial melalui karya seni.
“Ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa. Hal ini luar biasa karena menjadi salah satu bentuk pembelajaran untuk berkomunikasi secara sosial melalui karya seni. Mereka dapat bekerja sama dan berkarya secara kompak,” ucap Ki Hadjar Pamadi selaku kurator pameran.
Sementara itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai sarana pengembangan potensi siswa, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kreativitas seni dan budaya.
“Ini merupakan bagian dari pengembangan kompetensi anak-anak. Melalui kegiatan seperti ini, guru dan siswa bersatu untuk berkreasi dan mengembangkan potensi yang ada. Artinya, pengembangan tidak hanya dilakukan secara akademis, tetapi juga melalui kreativitas seni budaya. Kemampuan otak kanan dan kiri dapat dikembangkan secara seimbang. Kami optimistis pendidikan di DIY akan semakin baik dan semakin mendekati cita-cita pendidikan khas Kejogjaan,” ucap Tukiman selaku Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikpora DIY.
Melalui Gelar Budaya kedua ini, para pelajar diharapkan semakin mencintai budaya Indonesia sekaligus berani mengekspresikan kreativitas dan bakat seni mereka.
TIM KABAR JOGJA RBTV MELAPORKAN
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.