BANTUL - Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara dr. Suhardi Hardjolukito menggelar, seminar penanganan stroke akut dengan trombolisis. Kegiatan ini menjadi rangkaian HUT ke-14 RSPAU dan memperingati hari stroke sedunia.

Stroke menjadi salah satu penyakit yang memerlukan penanganan medis segera, karena dapat menyebabkan kecacatan hingga mengancam jiwa. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Masyarakat diimbau segera membawa pasien ke instalasi gawat darurat rumah sakit, yang memiliki fasilitas penanganan stroke. Jangan menunda penanganan atau menunggu gejala mereda, karena setiap menit sangat berharga dalam menyelamatkan jaringan otak.

Inilah yang mendorong RSPAU dokter Suhardi Hardjolukito menggelar, seminar penanganan stroke akut dengan trombolisis.

Ketua panitia, kolonel kesehatan dokter Muhamad Daiman menyampaikan, seminar ini menjadi sarana berbagi pengetahuan dan memperkuat pemahaman mengenai terapi trombolisis sebagai salah satu upaya penanganan stroke akut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga kesehatan semakin siap memberikan penanganan stroke yang cepat, tepat, dan sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran.

“Kebanyakan pasien itu hambatan pertama pre-hospital sebelum masuk rumah sakit itu pasiennya sendiri dan keluarganya lambat ke rumah sakit, atau pasien datang ke klinik atau rumah sakit yang nggak punya fasilitas trombolisis. Di situ lama mengirimnya ke tempat yang ada fasilitas trombolisis. Masalahnya sering di situ, sehingga penanganannya nyampe tempat fasilitas dengan codewatch itu sudah expire, sudah lewat masa 4,5 jam” ujar Kolonel Kes dr. Muhamad Daiman M., Sp. S., FINS., FINA. Selaku Ketua Panitia Seminar.

Wakil Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Kolonel Kes, dr. Dedy Afandi C. N.Sp. A. MSc. menyampaikan, RSPAU siap memberikan penanganan kepada masyarakat yang terkena stroke. Bahkan selain stroke, juga telah disiapkan jalur penanganan khusus untuk serangan jantung. Hal ini untuk memberikan penanganan yang cepat sehingga proses pemulihan juga lebih cepat.

“Jadi kita sudah menerapkan itu ada jalur khusus yang selain stroke, jantung. Jadi jantung pun kita melakukan jalur khusus. Begitu ada masalah di puskesmas atau di faskes, tinggal menghubungi codewatch stroke atau mungkin jantung, nanti akan segera dijemput. Jadi itu komitmen kita. Kita ingin membantu masyarakat, khususnya untuk yang mengalami gangguan stroke. Dengan seminar ini kita beberapa faskes, beberapa faskes kita undang supaya mereka mengetahui bagaimana stroke itu, bagaimana mekanisme, dan yang penting bagaimana dia melakukan penanganan untuk Rumah Sakit Hardjolukito” ujar Kolonel Kes dr. Dedy Afandi C. N. Sp. A. MSc. Selaku Wakil Kepala RSPAU.

Risiko stroke dapat ditekan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengontrol tekanan darah, menjaga kadar gula dan kolesterol, berhenti merokok, berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Tim Kabar Jogja RBTV Melaporkan

Penyunting: Kirani Saragih