Permainan tradisional merupakan bagian dari kebudayaan yang tumbuh melalui kebiasaan bermain dan interaksi antaranak. Berbagai dolanan mengajarkan cara mengikuti aturan, bekerja sama, mengendalikan emosi, serta menerima kemenangan dan kekalahan.

Berbeda dengan permainan digital yang dapat dimainkan secara individual, banyak dolanan tradisional membutuhkan keterlibatan langsung dengan teman sebaya. Interaksi tersebut memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar berkomunikasi dan menyelesaikan perbedaan secara sederhana.

Perkembangan dan perubahan ruang bermain saat ini dapat memengaruhi kebiasaan anak dalam menikmati permainan tradisional. Sebagian permainan mulai jarang dikenal karena tidak lagi sering dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengenalan kembali dolanan dapat dilakukan melalui kegiatan pendidikan dan aktivitas keluarga. Anak-anak dapat mempelajari aturan permainan, memahami istilah yang digunakan, serta mengetahui nilai sosial yang terkandung di dalamnya.

Pelestarian tidak cukup dilakukan dengan mencatat nama permainan. Dolanan perlu benar-benar dimainkan agar pengalaman sosial dan keterampilan yang menyertainya tetap hidup.

Keberadaan permainan tradisional menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung melalui kegiatan formal. Dari permainan sederhana, anak dapat mengenal kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab.

Menjaga dolanan berarti memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk merasakan pengalaman bermain yang kaya akan nilai kebersamaan, sekaligus mengenal bagian dari warisan budaya mereka.

Penulis Artikel: Kirani Saragih