YOGYAKARTA — Menyantap sajian kuah atau minuman yang baru saja mendidih sering kali memicu sensasi lidah seperti terbakar dan mati rasa secara mendadak. Kondisi ini terjadi akibat paparan suhu ekstrem yang merusak papila di permukaan lidah.
Permukaan lidah manusia dilapisi oleh ribuan tonjolan kecil bernama papila yang memuat sel-sel reseptor pengecap rasa. Saat tersiram cairan bersuhu sangat tinggi, sel-sel sensitif pada papila tersebut mengalami iritasi dan kerusakan jaringan ringan.
Kerusakan pada sel reseptor membuat kemampuan lidah dalam mengenali cita rasa manis, asin, asam, atau pahit mengalami penurunan sementara. Area lidah juga akan terasa tebal, perih saat tersentuh makanan, serta berwarna kemerahan.
Secara alami, sel-sel reseptor pengecap pada lidah memiliki kemampuan untuk melakukan regenerasi mandiri. Proses pemulihan jaringan papila yang rusak umumnya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu hingga rasa mengecap kembali normal.
Mengonsumsi air putih dingin atau mengulum es batu kecil seusai lidah tersiram panas dapat membantu meredakan reaksi peradangan awal. Menghindari sajian berbumbu pedas dan asam selama masa pemulihan mencegah iritasi lidah makin parah.
Penulis Artikel: Lindah Oktarina
LIDAH TERBAKAR DAN NYERI, BAGAIMANA SUHU SANGAT PANAS MERUSAK BINTIL PENGECAP

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.