Literasi sejak dini merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pengenalan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan mendengarkan, memahami cerita, mengenali informasi, serta mengungkapkan pikiran dan perasaan. Kebiasaan tersebut dapat mulai diperkenalkan sejak anak berada di lingkungan keluarga.
Salah satu cara mengenalkan literasi kepada anak adalah melalui kegiatan membaca buku cerita bersama orang tua. Buku bergambar, cerita sederhana, dan dongeng dapat menjadi media yang menarik bagi anak untuk mengenal kosakata baru sekaligus mengembangkan imajinasi. Kegiatan ini juga dapat dilakukan sebelum tidur atau pada waktu luang di rumah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui pemberitaan pada Mei 2026 menyoroti kegiatan membaca nyaring sebagai salah satu pendekatan untuk menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini. Dalam kegiatan ini, orang tua atau pendidik membacakan cerita dengan intonasi dan ekspresi yang menarik, sehingga anak dapat menyimak, memahami isi cerita, serta berinteraksi melalui pertanyaan dan percakapan.
Peran orang tua menjadi penting karena keluarga merupakan salah satu lingkungan pertama tempat anak mengenal kebiasaan membaca. Selain membacakan cerita, orang tua dapat menyediakan buku sesuai usia dan minat anak, mengajak anak menceritakan kembali isi bacaan, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih buku yang disukainya. Dengan cara tersebut, membaca dapat diperkenalkan sebagai kegiatan yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban.
Pengenalan literasi juga dapat dilakukan melalui lingkungan pendidikan anak usia dini. Guru dapat menggunakan cerita bergambar, lagu, permainan kata, dan kegiatan bercerita untuk membantu anak mengenal bahasa secara bertahap. Kolaborasi antara keluarga dan pendidik diperlukan agar anak memperoleh pengalaman literasi yang konsisten, baik di rumah maupun di sekolah.
Menumbuhkan minat baca membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Anak tidak harus langsung mampu membaca secara mandiri untuk mulai mengenal literasi. Mendengarkan cerita, mengamati gambar, bertanya tentang isi buku, dan berbagi cerita merupakan bagian dari proses pengenalan literasi.
Dengan memperkenalkan literasi sejak dini melalui kegiatan yang sesuai dengan usia dan minat anak, kebiasaan membaca dapat tumbuh secara bertahap. Dukungan orang tua dan pendidik menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang positif serta membangun kedekatan anak dengan buku.
Penulis Artikel: Purnasari Nuraini.

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.