KOTA YOGYAKARTA – Kawasan Malioboro Yogyakarta kini memiliki destinasi wisata baru bernama Oase Malioboro Cultural Creative Park. Destinasi ini menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keasrian alam, seni budaya Jawa, dan teknologi digital.
Berlokasi di Jalan Margo Utomo, Kota Yogyakarta, Oase Malioboro hadir sebagai ruang rekreasi sekaligus edukasi budaya di tengah kota. Berdiri di atas lahan seluas sekitar satu hektare, destinasi ini mengangkat tiga filosofi Jawa, yakni Sangkan Paraning Dumadi, Memayu Hayuning Bawana, dan Manunggaling Kawula Gusti.
Nilai-nilai filosofi tersebut dikemas melalui pertunjukan seni, visual interaktif, dan teknologi digital. Konsep ini diharapkan mampu mendekatkan generasi muda dengan nilai luhur budaya Jawa melalui pengalaman yang lebih modern.
Tak hanya menghadirkan atraksi seni dan teknologi, Oase Malioboro juga mengutamakan kelestarian lingkungan. Sekitar 75 persen lahan dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau dan area pepohonan untuk menciptakan suasana sejuk di tengah kota.
Direktur Utama PT Anindya Mitra Internasional, Priyatno Bambang Hernowo, mengatakan Oase Malioboro akan melibatkan seniman dan pelaku UMKM melalui kolaborasi kreatif. Filosofi budaya Jawa juga akan diperkenalkan dengan memanfaatkan teknologi digital.
"Apa yang akan kita tampilkan di sini adalah mengajak kolaborasi dari kaum kreatif, seniman, dan juga UMKM. Kemudian, kita juga akan menjelaskan filosofi budaya Jawa dengan memanfaatkan teknologi. Jadi, falsafah Jawa akan kita sampaikan dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini," ucap Priyatno Bambang Hernowo selaku Direktur Utama PT Anindya Mitra Internasional.
Oase Malioboro juga diproyeksikan menjadi ruang ekspresi bagi seniman dan pelaku industri kreatif. Sejumlah fasilitas disiapkan, mulai dari galeri kolaboratif, panggung rupa dan bunyi, pasar kriya, hingga lokakarya membatik dan pembelajaran tata krama Jawa.
Kreatif Konsultan dan Bisnis Developer Oase Malioboro, Yudha KN, menjelaskan konsep kegiatan yang dihadirkan tidak hanya berupa pertunjukan seni rupa dan seni budaya, tetapi juga aktivitas edukasi budaya Jawa yang dikemas secara menarik dan menyenangkan.
"Kalau konsepnya, kita ada pertunjukan-pertunjukan seni rupa, ada pertunjukan seni budaya, bahkan kolaborasi. Mungkin belajar tentang mewiru jarik. Kalau batik sudah banyak, tetapi aktivitas tentang budaya dan unggah-ungguh belum banyak. Kami mengemasnya dengan cara yang lebih menarik, mudah, dan mereka bisa menikmati dengan menyenangkan," ucap Yudha KN selaku Kreatif Konsultan dan Bisnis Developer Oase Malioboro.
Pengelola menargetkan setidaknya sepuluh seniman dapat tampil setiap hari saat destinasi ini beroperasi penuh. Oase Malioboro dijadwalkan mulai menerima kunjungan masyarakat pada pekan pertama November 2026, dengan harga tiket awal Rp35.000 per orang.
Reporter: Agung, RBTV.
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.