BANTUL - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul menggelar pendidikan politik bagi kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban politik, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam proses demokrasi.


Kegiatan dialog dan pendidikan politik tersebut diikuti sejumlah ibu rumah tangga di wilayah Sendangsari, Pajangan, Bantul. Mengusung tema “Warga Cerdas, Demokrasi Berkualitas”, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban politik serta pentingnya memilih pemimpin secara bijak.


Pendidikan politik ini menyasar ibu rumah tangga agar tidak hanya berperan dalam urusan keluarga, tetapi juga memiliki kesadaran dan pengetahuan mengenai demokrasi.


Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Bantul, Novita Pristiani Dewi, menjelaskan bahwa pendidikan politik menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari masyarakat umum hingga pemilih pemula. Kali ini, ibu rumah tangga menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian khusus.

“Kita memang banyak sekali sasaran-sasaran untuk pendidikan politik, masyarakat, kemudian pemilih pemula, dan pada siang hari ini adalah ibu-ibu. Karena ibu-ibu, terutama ibu rumah tangga, jangan hanya di rumah tentang urusan rumah tangga, tapi mereka juga harus melek tentang politik,” ujar Novita Pristiani Dewi, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan, Kesbangpol Bantul.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho, menekankan bahwa proses demokrasi dapat dimulai dari lingkungan terkecil, salah satunya melalui pemilihan ketua RT. Menurutnya, masyarakat perlu ikut merawat demokrasi dengan memilih pemimpin sesuai hati nurani.


“Proses demokrasi ini sebenarnya dimulai dari bawah, dari level yang paling bawah, salah satunya adalah pemilihan RT. Jadi, pemilihan RT menjadi bukti nyata bahwa di masyarakat kita sudah ada demokrasi yang hidup. Proses demokrasi ini harus dirawat di masyarakat, bagaimana masyarakat bisa memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nuraninya,” ujar Didik Joko Nugroho, Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi C DPRD Bantul, Sapta Sarosa, menyampaikan bahwa keterlibatan ibu rumah tangga dalam pendidikan politik diharapkan dapat memperluas pemahaman mereka mengenai peran politik. Ia juga berharap para peserta, termasuk tokoh perempuan dan kader PKK, dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat lainnya.


Dalam menentukan pilihan, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat calon pemimpin dari penampilan atau popularitas, tetapi juga memahami karakter dan rekam jejaknya.

“Ibu-ibu bisa paham terhadap karakter dan juga track record daripada yang akan dipilih nanti,” ujar Sapta Sarosa, Anggota Komisi C DPRD Bantul

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Bantul berharap semakin banyak perempuan yang memahami hak dan kewajiban politik serta berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat menentukan pilihan secara bijak dan ikut menjaga kualitas demokrasi mulai dari lingkungan terdekat.


REPORTER: DELLY NUR WIJAYA RBTV

PENULIS ARTIKEL: DYNA MULIA SAFITRI