YOGYAKARTA - Perkembangan teknologi digital membuat gadget semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Telepon pintar dan tablet kini tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar, mencari informasi, serta mengenal berbagai hal baru. Meski menawarkan banyak manfaat, penggunaan gadget pada anak tetap memerlukan perhatian agar sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya.
Penggunaan gadget dapat membantu anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam melalui video edukasi, permainan interaktif, dan aplikasi pembelajaran. Namun, manfaat tersebut bergantung pada jenis konten yang diakses dan cara anak menggunakannya. Tanpa arahan yang tepat, anak berisiko menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar atau menemukan konten yang belum sesuai dengan usianya.
Karena itu, pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat. Orang tua tidak hanya bertugas memberikan atau membatasi akses terhadap gadget, tetapi juga perlu mengetahui aplikasi yang digunakan, tayangan yang ditonton, serta aktivitas anak selama berada di dunia digital. Pendampingan dapat dilakukan dengan duduk bersama anak, menjelaskan isi konten, dan mengajak anak berdiskusi mengenai hal-hal yang dilihatnya.
UNICEF Indonesia melalui panduan perlindungan anak di ruang digital juga mendorong orang tua untuk mendampingi anak ketika mengakses internet, menyepakati batas waktu penggunaan gawai, serta memilih situs, permainan, dan media sosial yang sesuai dengan usia anak. Langkah ini membantu anak memahami cara menggunakan teknologi secara aman sekaligus mengenali risiko yang mungkin muncul ketika beraktivitas di internet.
Selain memilih konten, orang tua perlu membangun aturan penggunaan gadget yang konsisten di rumah. Misalnya, anak menggunakan perangkat pada waktu yang telah disepakati, tidak membawa gadget saat makan bersama, serta berhenti menggunakannya ketika waktu istirahat tiba. Aturan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak, kemudian dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami agar anak mengerti alasan di balik pembatasan tersebut.
Keseimbangan antara aktivitas digital dan kegiatan sehari-hari juga perlu diperhatikan. Anak tetap membutuhkan waktu untuk bermain secara fisik, membaca buku, berinteraksi dengan teman sebaya, dan melakukan kegiatan bersama keluarga. Orang tua dapat menawarkan aktivitas alternatif yang menarik sehingga penggunaan gadget tidak menjadi satu-satunya pilihan anak ketika mencari hiburan atau mengisi waktu luang.
Keteladanan orang tua turut memengaruhi kebiasaan anak dalam menggunakan perangkat digital. Ketika orang tua terus-menerus menggunakan ponsel saat sedang bersama anak, anak dapat meniru perilaku tersebut. Sebaliknya, kebiasaan menyimpan ponsel ketika berbincang, makan bersama, atau bermain dapat membantu membangun interaksi keluarga yang lebih berkualitas.
Pada akhirnya, penggunaan gadget pada anak bukan semata-mata persoalan boleh atau tidak boleh. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan secara tepat, aman, dan seimbang. Melalui komunikasi terbuka, aturan yang konsisten, pemilihan konten yang sesuai, serta pendampingan yang berkelanjutan, orang tua dapat membantu anak mengenal teknologi tanpa mengabaikan kebutuhan tumbuh kembang dan interaksi sosialnya.
Penulis Artikel: Purnasari Nuraini.

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.