BANTUL - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul menggelar dialog politik bersama masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang politik dan hak-hak warga dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.
Mengusung tema “Warga Cerdas, Demokrasi Berkualitas”, dialog politik ini berlangsung di Kantor Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kesehatan, Trirenggo, Bantul.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Bantul, Novita Pristiani Dewi, mengatakan dialog ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami kehidupan berpolitik. Menurutnya, politik dan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemilihan umum, tetapi juga mencakup hak warga untuk memilih, dipilih, serta menyampaikan pendapat.
“Selama ini masyarakat mengetahui politik hanya berkaitan dengan pemilihan umum, seperti pemilu dan pilkada. Padahal, hal tersebut hanya sebagian kecil dari demokrasi. Demokrasi juga mencakup hak untuk memilih dan dipilih serta menyampaikan pendapat, termasuk memberikan suara di TPS dalam pemilihan lurah, DPR, DPD, maupun presiden,” ucap Novita Pristiani Dewi selaku Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Bantul.
Dialog politik ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga penyandang disabilitas. Para peserta diharapkan dapat memahami nilai-nilai demokrasi dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.
Anggota DPRD Kabupaten Bantul, Herry Fahamsyah, menilai kegiatan ini dapat mendukung peningkatan pemahaman politik masyarakat. Ia menyebut pelaksanaan pemilihan lurah terakhir di Bantul berlangsung dengan baik, tanpa gesekan atau perpecahan yang menonjol. Menurutnya, pemahaman politik yang baik perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menolak praktik politik transaksional.
“Banyak hal yang ingin kami sampaikan. Ke depan, demokrasi di Kabupaten Bantul semoga semakin baik. Terbukti, pemilihan lurah kemarin berjalan dengan baik dan tidak ada gesekan atau gugatan yang menonjol. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Bantul mulai melek dan peduli terhadap politik. Ke depan, masyarakat Bantul perlu lebih peduli terhadap persoalan politik dan demokrasi,” ujar Herry Fahamsyah selaku anggota DPRD Kabupaten Bantul.
Melalui dialog ini, Kesbangpol Bantul berharap masyarakat semakin memahami hak dan tanggung jawabnya dalam kehidupan berdemokrasi. Dengan demikian, masyarakat dapat berpartisipasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendukung demokrasi yang berkualitas.
Reporter: Bagas, RBTV.
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.