SOLO - Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa, BEM Solo Raya, menggelar aksi dan long march. Mereka menuntut pemerintah menyelesaikan sejumlah masalah, mulai dari kasus HAM, biaya Pendidikan, hingga militerisasi di ruang sipil.

Aksi mahasiswa ini dimulai, dari titik kawasan Ngarsopuro, Kota Solo, Jawa Tengah. Mereka membawa berbagai poster, dan spanduk, berisi tuntutan mereka.
Aksi ini merupakan aksi lanjutan, yang sebelumnya digelar, di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo. Mereka menuntut lima hal, termasuk mendesak pemerintah menetapkan karhutla, sebagai bencana nasional, APBN untuk kepentingan rakyat, serta penurunan biaya pendidikan.


Aksi berlanjut dengan long march, berjalan bersama dari kawasan Ngarsopuro, Hingga Finish di Bundaran Gladak. Sembari long march, para mahasiswa ini, mengacungkan tiga jari, yang dinilai sebagai simbol perlawanan.

“Penguatan untuk seperti menagih janji dan merawat ingatan. Kalau biasanya kan kalau aksi sudah lupa. Nah, ini kita mau mengingat kembali kalau kita masih belum selesai ngurusi hal-hal kayak gini seperti itu” ujar Yoga Aska Nugraha selaku Koordinator Aksi.

Aksi berjalan damai, dan ditutup dengan pembacaan tuntutan, secara serentak. Saat mulai petang, para peserta aksi, kemudian membubarkan diri.

Reporter: Rizki Budi Pratama RBTV.

Penyunting: Kirani Saragih